Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

01 Agustus 2014

Urbanisasi Pasca Mudik

Masalah urbanisasi bukan hanya masalah pemerintah kota. Urbanisasi merupakan indikasi gagalnya pemerintah memeratakan "kue" pembangunan. Tingkat urbanisasi 66%, merupakan indikasi perluasan perkotaan. Pertanian berubah menjadi kawasan ekonomi industri. 

Sisi positif urbanisasi :

  • Mengisi tenaga kerja di sektor informal, seperti tenaga kebersihan, pelayan toko,dll., dengan  gaji yang lebih murah. Dengan demikian dapat menekan biaya produksi.

Sisi negatif urbanisasi : 
  • Bagi yang kalah bersaing akan terjadi banyak pengangguran, dan kriminalitas yang tinggi.

Alternatif pemecahan masalah :
  • Peraturan dari pemerintah. Perlu ada surat: Kota utama & Kota kedua. 
  • Otonomi sudah diberikan. Tumbuh kembangkan ekonomi di daerah. Kepala daerah harus bisa mensejahterakan rakyatnya, jangan biarkan penduduknya pindah ke kota lain. "Kantong Gula" harus disebar. 
  • Beri ruang untuk usaha-usaha kreatif. Tingkat pendidikan semakin bagus, lalu di mana peluang kerjanya. 
  • Cari pemerintah daerah yang berjiwa entrepreneurship, jangan yang hanya cari kekuasaan. 
  • Balai Latihan Kerja yang bagus. 
  • Permudah birokrasi perijinan usaha, jangan dipersulit.

Pembangunan Desa dengan UU Desa

Undang Undang Desa mengamanatkan uang untuk pembangunan desa (yang sebelumnya melalui kementerian/lembaga/provinsi/kabupaten/kecamatan), akan langsung ke desa. Satu desa akan mendapat rata-rata 1 Milyar, dengan range 800 juta hingga 1,4 Milyar.


Bagaimana pengawasan Dana Desa? 
Yang melakukan pembangunan bukan perangkat. Yang membangun adalah panitia pembangunan. Perangkat hanya mengawasi. 
Jika melalui provinsi atau kabupaten seperti selama ini, maka ada istilahnya "dukun sunat".


Lalu apakah pengelola desa sudah siap?
  • Perangkat desa sudah dibekali oleh pelatihan-pelatihan. 
  • Panitia pembangunan desa sudah dibentuk.
  • Pendampingan oleh pelaku pemberdayaan.



Sektor apa yang dikedepankan?
Sektor pertanian (termasuk perkebunan, peternakan, perikanan). Pertanian merupakan jati diri Bangsa Indonesia sebagai negara agraris. Saat ini padi & jagung tidak panen, petani beralih ke sayur. Di pasar tradisional terong seharga Rp2.000, di pasar swalayan terong mencapai Rp18.000. Apa yang salah?

Permasalahan di bidang pertanian : 
  • Makin sedikit tanah/lahan pertanian. Lahan berubah menjadi perumahan, ruko, industri.
  • Makin sedikit bibit. Bibit tidak dibuat petani sendiri.
  • Makin sedikit pupuk. Pupuk dikuasai (dimonopoli) tengkulak.
  • Bahaya pestisida bagi kesehatan generasi mendatang. Australia sudah melarang penggunaan pestisida.



Sektor apa lagi yang dikedepankan?
  • Kesehatan. Jika penduduk sehat, semua akan berjalan baik.
  • Pendidikan. Investasi generasi masa depan. 
  • Infrastruktur. Dengan sarana dan prasarana yang baik, semua akan berjalan lancar, efektif, efisien.



Final statement :
  • Undang-Undang Desa salah satu cara menjalankan macetnya pembangunan ekonomi desa.
  • Pembangunan satu kawasan region tertentu. 
  • Mengadopsi keberhasilan program-program pembangunan dan pemberdayaan yang sudah ada.


25 Juli 2014

Pelatihan Pendamping Lokal PNPM MPd Provinsi Jawa Timur (Tahap 2)




Pelatihan Pendamping Lokal (PL) Tahap II PNPM-MPd Provinsi Jawa Timur TA. 2014, dilaksanakan oleh Satker PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Jawa Timur, dalam rangka Peningkatan Kinerja Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2014. Tema pelatihan adalah "Upaya Peningkatan Peran Pendamping Lokal dalam Mendorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat". Pelatihan dilaksanakan di Hotel Ollino Garden, Kota Malang.
Tim Pelatih dari KMW Provinsi (Tim Konsultan Manajemen Wilayah di Provinsi) / RMC (Regional Management Consultan) IV Provinsi Jawa Timur, Faskeu, Ass Faskab. Peserta pelatihan adalah Pendamping Lokal (PL) dari Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Sumenep. Akun facebook sebagian Tim Pelatih, OC, dan Peserta dapat dilihat di link grup facebook ini.



Upacara Pembukaan (Opening Ceremony) 
Pembukaan dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2014, yang dihadiri oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur, PjO-Prov (Penanggung Jawab Operasional Provinsi) Jawa Timur (Ir. Hadi Sulistyo, M.Si), KorProv Jawa Timur, Tim Pelatih, OC (Organizing Committee), serta seluruh peserta pelatihan.
  1. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Republik Indonesia "Indonesia Raya" 
  2. Pembacaan Do'a
  3. Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan oleh Ketua Pelaksana (Bandung Djatmiko, ST, M.Si)
  4. Sambutan dan Pembukaan oleh Kepala Bapemas Jatim (Drs. Zarkasi, M.Si). Dalam sambutannya, Kepala Bapemas memberikan motivasi, arahan, dan gambaran program ke depan. Berikut ini beberapa kutipannya : 
"... Panjenengan adalah orang provinsi yang ditempatkan di daerah masing-masing. Dengan bekerja sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab, Panjenengan sekalian akan mendapatkan double reward sekaligus, yaitu di dunia dan di akhirat karena bersinggungan langsung dengan RTM. ..."
"... Saudara di sini, akan diberi bimbingan (dilatih) dalam rangka Peningkatan Kinerja PNPM-MPd. Setelah dari sini, Panjenengan harus (must) memiliki tambahan : Basic knowledge (pengetahuan dasar), Skill (keterampilan, kepandaian), and Attitude (sikap, perilaku) yang baik. ..."
"... Suatu saat Kami akan berkunjung ke daerah Panjenengan, bukan untuk mencari masalah atau mencari kekurangan, namun untuk bersilaturahmi. ..."
"... Saat ini adalah jaman transparansi dan keterbukaan, jika  Panjenengan ada hal yang ingin didiskusikan silakan hubungi kantor beserta seluruh kontak yang disediakan. Selain itu, Panjenengan bisa langsung hubungi nomor pribadi Saya di 0811315xxx (xxx disembunyikan oleh penulis, karena alasan privasi), dengan syarat sertakan nama dan lokasi  Panjenengan. ..."
"... Selain PNPM Mandiri Perdesaan, kita telah mengenal Jalin Kesra (Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Rakyat), ke depan kita akan ada Jalin Matra (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera). Program tersebut akan segera dilaunch oleh Bapak Gubernur Jatim. ..."

Kepala Bapemas Provinsi Jawa Timur Drs. Zarkasi, M.Si, saat memberikan sambutan dan membuka pelatihan



Pelatihan
Pelatihan menggunakan metode POD (Pendidikan Orang Dewasa). Posisi pelatih adalah sebagai fasilitator dengan mengutamakan eksplorasi dari peserta. Selama pelatihan, fasilitator tidak hanya menjadi sumber informasi tetapi menggali informasi dari peserta melalui diskusi, tanya jawab, serta presentasi.
Pelatihan tidak hanya teori saja, namun disertai dengan ekspose, penggalian gagasan, explore, serta evaluasi. Harapannya bisa terjadi alih ilmu (transfer of knowledge) antara pelatih dan pendamping lokal, serta saling  sharing antar pendamping lokal.


Peserta merupakan pelaku PNPM MPd,  maka suasana pelatihan menjadi sangat hidup, peserta menjadi sangat antusias dan aktif dalam berdiskusi dan sharing terkait kondisi pengelolaan dana bergulir di masing-masing daerah.


Posisi duduk menggunakan model round table / restaurant style (ala ILC / ILK), sehingga lebih menunjang kegiatan pelatihan.


Materi yang disampaikan saat pelatihan, adalah : 
  1. Review Tupoksi Pendamping Lokal. Materi disampaikan oleh Koordinator Provinsi PNPM MPd Provinsi Jawa Timur (Drs. Rohmat Puji Purnomo, M.Si)
  2. Permasalahan dan Kendala Lapang Terkait Teknis Kerja sebagai Pendamping Lokal. Materi disampaikan oleh Asisten SP2M (Willibrordus Hadi Sulistija, SH) 
  3. Perspektif Pengembangan Usaha Kelompok. Materi disampaikan oleh (Hartono) 
  4. Pengembangan Jaringan Kerjasama Kelompok. Materi disampaikan oleh Ass Faskab Bojonegoro (Singgih Nugroho)
  5. Mekanisme Perguliran Kelompok. Materi disampaikan oleh Faskeu Sumenep (Kustaji) 
  6. Safeguard Pengendalian Perguliran. Materi disampaikan oleh Fasilitator Keuangan Gresik (Hari Laksono)
  7. Fasilitasi Penanganan Pinjaman Bermasalah. Materi disampaikan oleh Asisten Training PNPM MPd Provinsi Jawa Timur (Anis Yudyawati, ST)
  8. Penanganan Pinjaman Bermasalah dari Perspektif Hukum. Materi disampaikan oleh Asisten SP2M (Willibrordus Hadi Sulistija, SH) 
  9. Strategi Pengembangan Ekonomi Desa. Materi disampaikan oleh Ass Fasilitator Kabupaten Ponorogo (Setyo Rini, S.TP)



Penutupan
Penutupan diawali dengan pembacaan kesimpulan dari seluruh kegiatan pelatihan, mulai dari awal hingga akhir, yang mencakup :
  • Summary materi pelatihan ; 
  • Summary dari hasil ekspose, penggalian gagasan, explore, evaluasi ; 
  • Aspirasi dan harapan dari para peserta. 



Acara dilanjutkan dengan do'a, dan diakhiri dengan saling bersalaman.



Kegiatan pelatihan ini merupakan pelatihan tahap II yang sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan tahap I. Akhirnya, selamat bertugas.
Mari bersama membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera.


Sampai jumpa lagi...




04 Juli 2014

Swing Voter Yang Tertarik Pada Program Nyata


Penulis masih swing voter, namun berita yang penulis copasus (copy > paste > susun) dibawah ini, cukup menarik.
Tentu hal ini telah didahului dengan mengamati visi misi serta panduan yang telah dibahas di Prabowo-Hatta > atau < Jokowi-JK
Mari kita lihat, cermati (realistis atau tidaknya), kawal, serta awasi realisasi dari 9 Program Nyata tersebut.
Penulis tidak bertujuan untuk mengarahkan atau mengintervensi pilihan pembaca ke salah satu pasangan capres cawapres, jadi silakan pembaca tentukan sendiri pasangan capres-cawapres yang paling baik.
Salam

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

27 Juni 2014

LPDB-KUMKM & PIBLAM Universitas Brawijaya










Pusat Inkubator  Bisnis dan Layanan Masyarakat (PIBLAM) Universitas Brawijaya dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) mengadakan rapat koordinasi Pendampingan mitra UKM untuk mengakselerasi kegiatan Pendampingan yang diselenggarakan  dua hari, pada tanggal 8 dan 9 Mei 2014 di Gedung PIBLAM UB Lantai 3 dan di hadiri oleh tim Koordinasi dari LPDB dan anggota-anggota koperasi binaan.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Koordinator  tim pendampingan dari PIBLAM dan sebagai pembicara adalah Dr. Ir. Setyono YudoTyasmoro, MS., beliau memaparkan  bahwa kegiatan pendampingan tahun 2013 dinilai belum optimal karena pendampingan terlambat dilaksanakan yaitu berdasarkan proses pemberian pinjaman yang dibuat oleh LPDB-KUMKM dilakukan pada tahap ke-9, yaitu tahap Monev. Sebaiknya dan seharusnya proses pendampingan itu dimulai sejak awal yaitu pada waktu penyusunan proposal. Dr. Susilo., MS selaku Kepala Divisi Inkubator Bisnis PIBLAM menambahkan, perlu adanya susunan Standard Operation Procedure (SOP) pendampingan koperasi penerima pinjaman LPDB-KUMKM berbasis kinerja tinggi. Susilo menjelaskan tugas dan fungsi pendamping serta hubungan timbal balik pendamping dengan koperasi yang didampingi dengan prosedur susunan SOP tersebut agar pelaksanaan pendampingan memiliki efisiensi keberhasilan yang tinggi.

Menanggapi upaya mengakselerasi kegiatan Pendampingan ini, Koordinator dari pihak LPDB menyampaikan adapun tujuan pendampingan LPDB menurut Peraturan Direksi LPDB-KUMKM No: 037/PER/LPDB/2012 dimana peraturan itu diantaranya menyebutkan adanya hal terkait pendeteksian sedini mungkin penggunaan pinjaman atau pembiayaan oleh mitra sesuai dengan peruntukkannya dan tepat sasaran dan peraturan tersebut juga untuk mengetahui dampak pemberian pinjaman atau pembiayaan terhadap kinerja usaha dan kelembagaan mitra, penyediaan lapangan usaha, penyerapan tenaga kerja serta kegiatan ekonomi lainnya.

Program pendampingan  adalah solusi yang utama untuk meningkatkan kinerja Koperasi binaan dan dapat memberikan bantuan pendanaan, untuk itu salah satu bentuk yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan dibentuknya program pendampingan PIBLAM terhadap koperasi-koperasi binaan LPDB.


26 Januari 2014

Sentra Kerajinan Anyaman Plastik PNPM Mandiri Perdesaan

.

Melalui Peningkatan Kapasitas Masyarakat (Kelompok Perempuan) PNPM-MPd, Menjadikan Ds. Simo Kec. Balerejo Sebagai Sentra Kerajinan Anyaman Plastik di Kabupaten Madiun

“Kebersamaan merupakan kunci dari pada keberhasilan suatu kegiatan, jika semua elemen bisa memahami tupoksinya maka seberat apapun masalah yang dihadapi pasti bisa diselesaikan dengan baik. Begitu juga di masyarakat jika masyarakat tidak bisa bersatu bersama membangun kesadaran dalam membangun desa, tentunya akan sulit dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di desa terutama terkait dengan kebutuhan yang mendasar (kesehatan dan pendidikan), maka melalui program PNPM Mandiri Perdesaan ini diharapkan masyarakat bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri secara mandiri, tentunya diperlukan kebersamaan dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada, termasuk dalam hal peningkatan kapasitas masyarakat (kelompok Perempuan), supaya bisa mandiri".

Pengelolaan Pinjaman Bermasah Dana Bergulir


Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Seberat apapun pekerjaan, jika dikerjakan bersama, maka akan terasa enteng. Pepatah ini benar-benar diterapkan di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam menyelesaikan  masalah tunggakan SPP.

Hutang Kita Rp 8.900.000 per orang

Jelang lengser, SBY tinggalkan beban utang Rp 8,9 juta per orang

MERDEKA.COM. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyatakan, pemerintah meninggalkan utang sebesar Rp 8,9 juta pada setiap orang. Angka ini didapat jika melihat posisi jumlah total utang negara pada 2013 sebesar Rp 2.277 triliun dan ditambah defisit APBN 2014 Rp 175,3 triliun.

"Kalau dibagi rata-rata setiap satu penduduk, dengan jumlah total pada tahun 2013 sebanyak 255 juta orang, maka setiap penduduk mempunyai utang sebesar Rp 8,9 juta per orang," ujar Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, dalam keterangan tertulis pada merdeka.com di Jakarta, Minggu (19/1).

01 Januari 2014

Foto Selfie


Memotret diri sendiri (selfie) telah ada sejak abad lalu, namun kini pertumbuhannya secara global kian pesat semenjak adanya smartphone yang dilengkapi kamera digital ditambah dengan kemampuan untuk berbagi foto langsung di media sosial.

06 Oktober 2013

Penghasilan Pengemis Lebih Besar Dari Pegawai Formal

Berita Satu

Cerita pengemis jutawan di Jaksel, sepekan bisa raup Rp 3,5 juta

MERDEKA.COM, Enot namanya. Perempuan berusia 71 tahun ini adalah pengemis asal Rengasdengklok, Jawa Barat. Sehari-hari, ia mengemis di wilayah Jakarta Selatan.
Untuk mengelabuhi petugas, ia memakai karung besar. Terkadang ia menjadi pemulung, jika tak ada petugas ia menjadi pengemis.
Penghasilan menjadi pengemis sangat fantastis. Pengemis jutawan ini dalam 10 hari mampu mengantongi uang Rp 3.500.000. Jumlah itu tentu sangat besar jika dibandingkan dengan para pekerja sektor formal biasa.

29 Agustus 2013

Arti Minal Aidin wal Faizin

Minal 'Aidin wal-Faizin adalah tradisi yang biasa diucapkan antara sesama Muslim Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei saat merayakan Idul Fitri, setelah menunaikan ibadah puasa pada bulan Ramadan. Ucapan ini secara harfiah diterjemahkan menjadi "Dari (yang) kembali dan berhasil," secara umum diterjemahkan menjadi, "Semoga kita semua tergolong mereka yang kembali (ke fitrah) dan berhasil (dalam latihan menahan diri)"
Ucapan minal 'aidin wal-faizin ini menurut seorang ulama tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat ataupun para ulama setelahnya (Salaf as-Shaleh). Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair di masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengkisahkan dendang wanita di hari raya.
Biarpun berbahasa Arab, ucapan minal 'aidin wal-faizin ini tidak akan dimengerti maknanya oleh orang Arab, dan kalimat ini tidak ada dalam kosa kata kamus bahasa Arab, dan hanya dapat dijumpai makna kata per katanya saja. Tidak ada dasar-dasar yang jelas tentang ucapan ini, baik berupa hadist, atsar, atau lainnya.
Menurut Ibnu Taimiyah, ucapan Idul Fitri yang sesuai dengan sunnah, “Adapun ucapan selamat pada hari raya ‘Id, sebagaimana ucapan sebagian mereka terhadap sebagian lainnya jika bertemu setelah Sholat ‘Id yaitu:
Taqabbalallahu minna wa minkum (Arab: تقبل الله منا ومنكم), artinya: "Semoga Allah menerima amal kami dan kalian" atau
Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik (Arab: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ , وَأَحَالَهُ اللَّهُ عَلَيْك), artinya: "Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu" dan semisalnya.”

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Minal_'Aidin_wal-Faizin



16 Agustus 2013

MSF Akan Menghentikan Tugasnya di Somalia

Medecins Sans Frontieres (MSF) atau dikenal dengan organisasi Dokter Lintas Batas mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan tugasnya di Somalia yang penuh derita.
MSF Tinggalkan Somalia (© REUTERS/Thomas Mukoya)

Sedekah


"Dan apa saja yang kamu nafkahkan (sedekahkan), maka Allah akan menggantinya, dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (QS Sabaa’: 39)

03 Agustus 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H
Mohon Maaf Lahir & Batin

Salam Hangat,
KLUB Panasonic- Karena Anda adalah keluarga


19 Februari 2012

EISQ Sosial Ekonomi

<iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/ZO8wCv-_iGI" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>